29 Juli 2025 | SIAPAKAH YESUS KRISTUS? | Series: Mengenal Yesus Kristus | Modul Pemuridan 365 hari

Siapakah Yesus?



Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian. 
Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. 

Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna. 

Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman.

Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

Hari ke-29: Yesus Adalah Pengantara Perjanjian Baru

Ibrani 9:15 (TB)  Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 

Latar Sejarah dan Penulisan Kitab Ibrani

Ditulis kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada Kristus (kemungkinan di Palestina atau Italia) yang mengalami tekanan untuk kembali kepada hukum Taurat dan sistem keimaman lama.

Penulis (yang tidak disebutkan namanya, namun banyak mengaitkan kepada Paulus, Barnabas, Apolos) berargumen bahwa Yesus lebih tinggi dari nabi, imam, dan sistem Perjanjian Lama.

Fokus Ibrani pasal 9 adalah membandingkan kemah suci dalam Perjanjian Lama dengan korban Kristus, yang membawa ke dalam hubungan baru dengan Allah melalui darah Yesus.

2. Struktur penulisan Ibrani 9
  • Ayat 1–10: Mengulas sistem ibadah dalam kemah kudus.
  • Ayat 11–14: Penebusan Kristus lebih sempurna.
  • Ayat 15: Transisi penting – Yesus sebagai Pengantara Perjanjian Baru yang memberikan warisan kekal.
Mengapa diperlukan sebuah Perjanjian Baru? Apakah pentingnya?

1. Perjanjian Lama Bersifat Sementara, Sedangkan Perjanjian Baru Bersifat Kekal.

Ibrani 8:7 (TB) Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

Perjanjian Lama (melalui Musa) berisi hukum dan sistem korban, tetapi tidak sanggup menyucikan hati manusia atau mengubah batin. Hukum Taurat menunjukkan dosa, tetapi tidak memberi kuasa untuk menang atas dosa (Roma 3:20, Ibrani 10:1-4).

John MacArthur menegaskan bahwa:
“Perjanjian Baru bukan hanya lebih baik — itu satu-satunya jalan keselamatan yang benar.”

2. Perjanjian Lama Bayangan Akan Kristus,  Sedangkan Perjanjian Baru Penggenapan Dalam Kristus.

Ibrani 9:12 (TB)  dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 

Korban dalam Perjanjian Lama harus diulang terus-menerus, namun Yesus sebagai Pengantara Perjanjian Baru mengorbankan diri-Nya satu kali untuk selamanya (Ibrani 10:10). Dalam Perjanjian Lama imam besar adalah manusia, sedangkan dalam Perjanjian Baru Imam Besar adalah Kristus Yesus sendiri. Perjanjian lama. Dalam Perjanjian Lama, hanya imam besar yang boleh masuk Ruang Mahakudus setahun sekali. Dalam PB, setiap orang percaya bisa langsung menghadap Allah karena Yesus membuka jalan melalui salib.

R.C. Sproul menjelaskan bahwa:
“Perjanjian Baru diperlukan karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri di bawah hukum. Hanya anugerah yang menyelamatkan.”

3. Perjanjian Lama Bayangan Hukum Tertulis,  Sedangkan Perjanjian Baru Hukum di Dalam Hati Manusia (Lahir Baru).

Yeremia 31:33
Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman Tuhan : Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 

Dalam Perjanjian Lama, hukum tertulis di atas batu. Dalam Perjanjian Baru, Allah menulis hukum-Nya di hati orang percaya (lahir baru) dan memberikan Roh Kudus yang memampukan mereka taat (Yehezkiel 36:26–27).

D.A. Carson:
“Perjanjian Baru tidak menghapus hukum, tetapi memindahkannya dari loh batu ke loh hati.”

4. Karena Allah Merencanakan Warisan Kekal, Bukan Sekadar Berkat Jasmani

Ibrani 9:15
Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal (warisan kekal) yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 

Perjanjian Lama menjanjikan tanah dan kelimpahan fisik. Perjanjian Baru menjanjikan warisan rohani kekal: keselamatan, Kerajaan Allah, dan relasi bersama Allah selamanya (1 Petrus 1:4).

John Piper mengajarkan bahwa:
“Warisan kekal adalah pengalaman penuh dari keselamatan: bukan hanya diampuni, tetapi bersama Allah, diubahkan oleh-Nya, dan dimuliakan selamanya. Kristus mati untuk menjamin warisan ini.”

Wayne GrudemTeolog Sistematik Evangelikal
“Warisan kekal mengacu pada seluruh berkat keselamatan — pembenaran, pengudusan, dan pemuliaan — yang dijanjikan dalam Perjanjian Baru.” — Buku: “Systematic Theology”, 1994, hal. 518

Apa itu Pengantara dan maksud tujuan dari konteks ayat ini?

Dalam Ibrani 9:15, istilah "Pengantara" diterjemahkan dari kata Yunani:

Μεσίτης (Mesitēs)

Makna literal:
Penengah, mediator, perantara, seseorang yang berdiri di antara dua pihak yang sedang terpisah atau berseteru, untuk mendamaikan mereka dan menyatukan kembali. 

Konteks penggunaan dalam dunia Yunani-Kuno:
Seorang arbitrator atau juru damai dalam perjanjian atau kontrak legal antara dua pihak.

Mengapa perlu ada Pengantara dalam Perjanjian Baru jika Allah itu Maha Kasih?

Yesaya 59:2 (TB)  tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Dalam Yesaya 59:2, jelas dikatakan adanya pemisah antara Allah dengan umat Tuhan yaitu kejahatan kita, dan dosa memisahkan Allah dengan kita. Maka untuk itulah, Pengantara diperlukan untuk memperdamaikan manusia yang berdoa dengan Tuhan Allah.

1 Timotius 2:5 (TB)  Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

“Kasih Allah tidak membatalkan keadilan-Nya; keduanya bertemu di salib. Di sana Yesus berdiri sebagai satu-satunya jalan damai antara Allah dan manusia.” — John Stott, The Cross of Christ, 1986.

Tanpa pengantara, tidak ada akses kepada Allah yang sempurna. Kasih Allah dinyatakan justru melalui pengutusan Pengantara: Yesus Kristus.

Apa keunikan dari Yesus sehingga lebih baik dibandingkan dengan Para Imam Perjanjian Lama sebagai Pengantara? 

Ibrani 7:26-27 (TB) Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,
yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.  

Yesus adalah Imam Besar yang sempurna: sales, tanpa salah, tanpa noda, tidak berdosa, mengorbankan diri-Nya sendiri, dan hanya satu kali untuk selamanya, tidak seperti para imam PL yang harus terus-menerus mempersembahkan korban.

Yesus bukan hanya Perantara, tapi korban itu sendiri, sempurna dan kekal.

Charles Spurgeon (Karismatik Klasik):
Tidak ada satu imam pun yang dapat masuk ke ruang maha kudus dalam surga — hanya Kristus. Dan Ia melakukannya bukan membawa darah kambing domba, tapi darah-Nya sendiri.” 

Mengapa hanya mereka yang terpanggil yang mendapatkan warisan kekal?

Kata “terpanggil” (Yunani: keklēmenoi)

Berarti: “yang telah dipanggil dengan efektif”, yaitu panggilan yang bukan hanya terdengar, tetapi juga direspons oleh iman dan menghasilkan pertobatan.

Definisi "Panggilan" terkategori menjadi 2 bagian yaitu:

Panggilan umum : setiap orang yang mendengar Injil. 
Matius 22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” '

Panggilan efektif : mereka yang menerima, percaya, dan diubahkan oleh panggilan itu.
Roma 8:30 'Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya. '

Jadi, “yang terpanggil” = mereka yang menanggapi Injil dengan iman dan taat.
Bukan karena mereka lebih baik, tetapi karena kasih karunia Allah yang memilih dan mengubah hati mereka.

Yohanes 10:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, '

Apa ciri-ciri dari "mereka yang terpanggil" dan menerima warisan kekal?

Mereka menunjukkan tanda-tanda rohani yang sejati. Ini bukan hasil usaha manusia, tetapi buah dari anugerah dan pekerjaan Roh Kudus.

1. Percaya kepada Kristus, 
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
 
2. Hidup dalam pertobatan,
Kisah Para Rasul 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: ”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. '

3. Diperbaharui oleh Roh Kudus, mengalami kelahiran baru,
Titus 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, '

4. Berbuah dalam kasih dan kekudusan,
Galatia 5:22 'Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. '

5. Setia sampai akhir,
Wahyu 2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. '

6. Mengasihi Firman dan tubuh Kristus (Gereja)
1 Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: ”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. 

7. Mengharapkan kedatangan Kristus
2 Timotius 4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. 

Di dalam Kristus, kita tidak hanya diampuni — kita diangkat menjadi anak, dimeteraikan oleh Roh, dan dijanjikan warisan yang kekal.
Melalui kematian-Nya sebagai Pengantara Perjanjian Baru, Yesus membuka jalan bagi mereka yang terpanggil untuk menerima bagian dalam Kerajaan yang tak tergoyahkan.

Maka, sebagai orang-orang benar yang telah ditebus oleh darah-Nya, marilah kita hidup bukan dengan rasa takut, tetapi dengan iman yang teguh, hati yang penuh syukur, dan hidup yang kudus — karena warisan kita telah dijamin, bukan oleh usaha kita, tapi oleh kasih karunia-Nya yang kekal.

PERTANYAAN REFLEKSI:

  1. Apakah saya benar-benar hidup sebagai orang yang telah dipanggil dan menerima warisan kekal?

  2. Apakah saya menyadari bahwa keselamatan saya dijamin oleh pengantaraan Kristus, bukan usaha pribadi?

  3. Bagaimana kehidupan saya mencerminkan bahwa saya hidup dalam Perjanjian Baru dan dipimpin oleh Roh Kudus?

  4. Apakah saya lebih menginginkan warisan dunia atau warisan kekal yang dijanjikan Allah?

  5. Dalam bagian mana saya masih hidup seolah-olah berada di bawah hukum, bukan di bawah kasih karunia?

  6. Apa yang saya lakukan hari ini untuk menghargai darah Kristus yang membuka jalan ke warisan surgawi?


SUMBER REFERENSI :
  • Wayne GrudemSystematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine, 1994
  • John PiperDesiring God: Meditations of a Christian Hedonist, 1986
  • D.A. CarsonCommentary on the New Testament Use of the Old Testament, 2007
  • Tim KellerPreaching: Communicating Faith in an Age of Skepticism, 2015
  • Francis ChanCrazy Love: Overwhelmed by a Relentless God, 2008
  • R.C. SproulEssential Truths of the Christian Faith, 1992
  • Andrew MurrayThe Two Covenants and the Second Blessing, 1898
  • David PlattFollow Me: A Call to Die. A Call to Live., 2013
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you







Komentar