28 Juli 2025 | SIAPAKAH YESUS KRISTUS? | Series: Mengenal Yesus Kristus | Modul Pemuridan 365 hari

Siapakah Yesus?

Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian. 
Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. 

Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna. 

Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman.

Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

Hari ke-28: Yesus: Supremasi Ilahi Atas Segala Sesuatu

Kolose 1:17-18 (TB)  Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 

Dari ayat ini dapat disimpulkan satu kata yaitu : Supremasi. Apa itu Supremasi? Dan mengapa Yesus memiliki Supremasi Ilahi?

Supremasi adalah keunggulan atau otoritas tertinggi atas semua yang lain dalam suatu konteks tertentu. Kata ini berasal dari bahasa Latin supremus yang berarti “paling tinggi” atau “yang paling atas”.

Dalam konteks kekristenan, ketika kita mendeklarasikan Yesus memiliki supremasi, maksudnya adalah:

Yesus memiliki otoritas tertinggi, kedudukan paling utama, dan keunggulan mutlak atas:
  • seluruh ciptaan (alam semesta, manusia, waktu)
  • gereja (sebagai Kepala jemaat)
  • sejarah keselamatan (melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya)
  • kematian dan kehidupan kekal
Kesimpulannya: 
Ini berarti tidak ada yang setara, melebihi, atau menggantikan posisi Kristus.

Ilustrasi sederhana:

Bayangkan dunia ini seperti sebuah kerajaan:
Banyak raja atau pemimpin bisa memerintah bagian-bagian kecil.
Tapi Kristus adalah Raja di atas segala raja (Wahyu 19:16).

Itu artinya Dia memiliki supremasi: otoritas tertinggi, tak terbantahkan, tak tergantikan.

Kolose 1:18 (TB) ... sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 

Matius 28:18 (TB)  Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Pertanyaan-pertanyaam yang sering ditanyakan kepada kekristenan, perihal keraguan keilahian Yesus Kristus :

1. Bagaimana mungkin Yesus adalah manusia biasa, bisa dikatakan ada sebelum segala sesuatu?

Dalam kekristenan: Yesus Kristus bukan hanya manusia, tetapi juga Allah Anak yang kekal. Dalam teologi Kristen disebut sebagai "preexistence of Christ" (pra-eksistensi Kristus), yaitu keberadaan Kristus sebelum inkarnasi (sebelum Ia lahir sebagai manusia). Dan ini sudah dibuktikan dalam Pengajaran Hari Pertama: Yesus adalah Anak Allah.

Yohanes 1:3 (TB) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

“Kristus tidak diciptakan. Ia adalah bagian dari Tritunggal, eksis bersama Bapa dan Roh Kudus dari kekekalan. Inkarnasi bukanlah awal keberadaan-Nya, tetapi awal penampakan-Nya dalam rupa manusia.”— Wayne Grudem, Systematic Theology (Zondervan, 1994)

“Yesus adalah Logos — Sang Firman yang sejak semula bersama-sama dengan Allah (Yohanes 1:1). Tidak ada ciptaan yang lebih dahulu dari-Nya.”— D. A. Carson, The Gospel According to John (Pillar NT Commentary)

Yesus ada sebelum segala sesuatu, artinya Ia tidak diciptakan — Ia kekal adanya. Ia bukan bagian dari ciptaan, tetapi sumber dari semua ciptaan. Lebih dari itu, segala sesuatu "ada di dalam Dia", atau dalam terjemahan lain: dipelihara dan disatukan oleh-Nya. Artinya, dunia ini tidak hanya diciptakan oleh Yesus, tetapi juga terus berlangsung karena Dia menopangnya.

Ibrani 1:3 (TB)  Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan...

Dari ayat ini Paulus mendapatkan pewahyuan bahwa segala sesuatu yang diciptakan ada dalam kendali Yesus Kristus. Begitu juga jemaat Kristus, Kristus adalah Kepala atas jemaat.

Efesus 5:23 (TB) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

Pertanyaan:
2. Jika Yesus adalah kepala jemaat, mengapa banyak gereja justru tampak dipimpin oleh manusia?

Gereja adalah milik Kristus dan harus tunduk pada otoritas Firman-Nya, bukan semata-mata struktur organisasi atau kekuasaan manusia. Namun dalam kenyataan, natur dosa dan ego manusia sering mengambil alih otoritas itu. Maka, perlu pembaruan rohani yang berpusat pada Kristus sebagai Kepala.

Efesus 1:22-23 (TB) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu. 

“Kristus bukan hanya kepala dalam teori, tetapi dalam arah nyata gereja. Ketika gereja tidak mendengarkan suara-Nya melalui Firman, kita sedang menggantikan Kepala dengan sistem buatan manusia.”— Tim Keller, Center Church (2012)

Matius 16:18 (TB) Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Makna Frasa “Aku akan mendirikan jemaat-Ku”

Kata “jemaat” di sini berasal dari bahasa Yunani:
ἐκκλησία (ekklēsia) → artinya: perhimpunan orang-orang yang dipanggil keluar (dari dunia untuk menjadi milik Allah).

Yesus sedang menubuatkan pendirian Gereja-Nya, yaitu komunitas orang-orang percaya yang mengikut Dia sebagai Tuhan dan Mesias.

John Walvoord (DTS):
“Gereja bukan kelanjutan dari Israel, melainkan tubuh yang baru. Gereja dimulai saat Pentakosta, ketika Roh Kudus mempersatukan orang percaya ke dalam tubuh Kristus.”

“Gereja bukan proyek manusia yang bisa runtuh, tetapi karya Kristus yang kekal.”
— Tim Keller, Center Church

Ini bukan bicara soal bangunan fisik, tetapi tentang umat Allah yang hidup — murid-murid Kristus sepanjang zaman.

Kata “Ku” menunjukkan bahwa gereja bukan milik manusia, denominasi, atau struktur organisasi — gereja adalah milik Kristus sendiri.

“Penting bagi gereja modern untuk kembali ke struktur gereja Perjanjian Baru: dipimpin oleh Kristus melalui Firman dan Roh Kudus, bukan budaya populer atau ambisi pemimpin.”
— John MacArthur, The Master's Plan for the Church

Pertanyaan:
3. Apa makna Yesus disebut “yang sulung dari antara orang mati”? Bukankah sebelumnya sudah ada orang yang dibangkitkan (seperti Lazarus)?

Istilah “yang sulung” (πρωτότοκος prōtotokos) dalam konteks ini bukan berarti pertama secara kronologis (waktu atau periode yang digunakan manusia di bumi=kronos), tetapi yang utama, yang berotoritas untuk ciptaan yang baru (kekal=zoe). Lazarus dan yang lain memang dibangkitkan, tapi mereka mati kembali. Hanya Kristus yang bangkit dan tidak mati lagi dalam tubuh kemuliaan. Dan prosesi kebangkitan Kristus menjadi prototype bagi jemaatNya, bahwa klaim bagi gerejaNya ketika sungguh-sungguh mengikut Kristus adalah alam maut tidak akan menguasainya (Matius 16:18)

“Kebangkitan Kristus adalah permulaan dari ciptaan baru. Ia bangkit dalam tubuh kebangkitan yang tidak akan mati lagi, menjadikannya sulung dari ciptaan baru itu.”— N. T. Wright, Surprised by Hope (2008)

1 Korintus 15:20 (TB) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

“Yesus adalah yang pertama dari jenis baru manusia — manusia yang ditebus dan dimuliakan — dan itulah jaminan kebangkitan orang percaya.”— Ravi Zacharias, Jesus Among Other Gods (2000)

Roma 6:9 (TB) Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

Menurut Dallas Theological Seminary, “alam maut” (Hades) mewakili:
  • Kuasa kematian
  • Kuasa kegelapan rohani
  • Usaha Setan untuk menghancurkan umat Allah
Tetapi janji Kristus adalah bahwa:
Tidak ada kuasa dunia ini atau dunia roh yang bisa menghancurkan gereja.

Gereja akan mengalami penderitaan, tetapi tidak akan pernah musnah, karena:
  • Kristus adalah Kepala gereja (Kolose 1:18)
  • Gereja adalah tubuh-Nya yang hidup dan dijaga (Efesus 5:25–27)
Pertanyaan:
4. Mengapa penting bahwa Yesus menjadi "yang terutama dalam segala sesuatu"? Bukankah keselamatan cukup dengan percaya saja?

Keselamatan tidak berhenti di “percaya”, tapi berlanjut dalam kehidupan yang menempatkan Kristus sebagai pusat. Supremasi Kristus bukan hanya dalam ciptaan dan kebangkitan, tetapi juga dalam kerohanian dan etika hidup kita sehari-hari. Keselamatan sejati mengubah seluruh hidup menjadi berpusat pada Kristus

“Kita tidak bisa menjadikan Yesus sebagai Juruselamat tanpa juga menjadikan Dia sebagai Tuhan. Iman sejati akan menghasilkan penyerahan hidup total.”— Francis Chan, Crazy Love (2008)

Yakobus 2:17 (TB)  Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

2 Korintus 5:15 (TB)  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

“Untuk mengenal Allah adalah masuk dalam hubungan yang hidup dengan-Nya, yang melibatkan pengenalan pribadi, hormat, ketaatan, dan kasih.” — J.J. Packer, Knowing God 

Yesus Kristus bukan hanya bagian dari sejarah dunia — Dia adalah pusat dari segalanya. Sebelum segala sesuatu ada, Dia sudah ada; dan segala sesuatu ada oleh Dia, melalui Dia, dan untuk Dia. Dialah yang menopang seluruh ciptaan, dan Dialah yang menjadi Kepala atas jemaat, tubuh-Nya yang hidup.

Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus telah menjadi yang sulung dari antara orang mati, supaya dalam segala sesuatu Ia menjadi yang utama. Ini bukan hanya posisi terhormat, tapi otoritas ilahi yang harus diakui oleh setiap orang percaya.

Maka, kehidupan kita tidak akan benar-benar selaras sampai kita mengakui supremasi Kristusbukan hanya di atas alam semesta, tetapi juga di atas hati dan hidup kita sendiri.

Jangan hidup dalam ilusi iman.
Kristus tidak pernah menawarkan posisi samping — Ia menuntut pusat.
Kalau Dia bukan Tuhan atas semua, Dia bukan Tuhan sama sekali.

Pertanyaan Refleksi :
  1. Apakah Kristus hanya menjadi bagian dari hidupmu, atau sudah menjadi pusat dan tujuan dari segalanya?”
  2. Jika orang lain melihat hidup saya, apakah mereka melihat Kristus yang terutama, atau diri saya sendiri yang menonjol?
Sumber Referensi :
  • N. T. Wright – Paul and the Faithfulness of God (2013)
  • F. F. Bruce – The Epistles to the Colossians, Philemon and Ephesians (1984)
  • Douglas J. Moo – The Letters to the Colossians and to Philemon (2008)
  • Walter C. Kaiser Jr. – The Promise-Plan of God (2008)
  • John MacArthur – Colossians and Philemon Commentary (1992)
  • Wayne Grudem – Systematic Theology (1994)
  • Francis Chan – Crazy Love (2008)
  • R. C. Sproul – The Glory of Christ (1990)
  • D. A. Carson – For the Love of God (1998)
  • Craig L. Blomberg – Jesus and the Gospels (1997)
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you


Komentar