26 Juli 2025 | SIAPAKAH YESUS KRISTUS? | Series: Mengenal Yesus Kristus | Modul Pemuridan 365 hari

Siapakah Yesus?

Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian. 
Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. 
Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna. 
Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman.

Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

Hari ke-26: Yesus Pelopor dan Penyempurna Iman

Ibrani 12:2 (TB)  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin (the pioneer) kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (the perfecter), yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 

Latar Belakang Historical:
Surat kepada orang Ibrani ditulis untuk orang-orang Yahudi Kristen generasi awal yang sedang mengalami penganiayaan dan tekanan hebat (Ibrani 10:32-34).

Mereka digoda untuk meninggalkan iman dalam Kristus dan kembali kepada sistem agama Yahudi lama (Taurat dan ritual bait Allah).

Pasal 11 memuat daftar "pahlawan iman" (Abraham, Musa, Nuh, dll)—namun penulis ingin menunjukkan bahwa Yesus lebih dari sekadar teladan iman, Dia adalah pelopor dan penyempurnanya

Bagaimana kecenderungan manusia ditengah penderitaan?

Orang cenderung mudah menyerah, kehilangan arah atau kembali pada kebiasaan lama saat berada di bawah tekanan.

Dalam dunia pelayanan maupun kehidupan pribadi, banyak yang mengalami keletihan rohani, “burnout”, bahkan krisis iman.

Dibutuhkan figur dan inspirasi yang memberi harapan nyata, bukan teori.

Yesus sebagai pelopor dan penyempurna iman menunjukkan bahwa iman bukanlah lari dari kenyataan, tapi menghadapi kenyataan dengan kekuatan surgawi.

Trend kejenuhan iman dan kejatuhan rohani yang perlu diperhatikan saat ini:

Menurut Barna Group (2022):
42% pemimpin rohani di Amerika menyatakan sedang mempertimbangkan untuk berhenti dari pelayanan penuh waktu karena kelelahan dan tekanan mental. Angka ini meningkat dari 29% pada tahun sebelumnya.

Pew Research (2023): Lebih dari 30% generasi muda (Gen Z) mengalami “faith confusion” dan menyatakan bahwa mereka kesulitan melihat relevansi iman Kristen dalam kehidupan modern.

Banyak yang mengatakan bahwa keteladanan nyata lebih penting daripada pengajaran teoritis.

Mengapa Yesus disebutkan sebagai "pelopor" iman? Bukankah sudah ada tokoh-tokoh iman sebelumnya seperti Abraham, Musa, dan Daud? Apa yang membedakan Yesus?

1. Yesus Bukan Sekadar Tokoh Iman – Ia Sumber dan Pencipta Iman

“Ibrani 12:2 (TB)  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, ...

Dalam bahasa Yunani, kata "memimpin" diterjemahkan dari kata archēgos yang berarti:
  • Pemrakarsa
  • Perintis jalan
  • Penggerak awal
Tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, dan Daud:
  • Adalah contoh orang yang memiliki iman.
  • Mereka berjalan berdasarkan janji Allah yang belum digenapi sepenuhnya.
  • Iman mereka menunjuk kepada sesuatu yang akan datang—yaitu Mesias (Ibrani 11:39-40).
Sedangkan Yesus:
  • Bukan hanya pemilik iman, tetapi sumber dan pemrakarsa iman itu sendiri. Iman Kristen bukanlah lembaga, melainkan mengikuti pribadi Yesus.
  • Ia tidak hanya mencontohkan iman—Ia menjalani iman secara sempurna dari awal sampai akhir, termasuk saat menghadapi salib.
  • Ia membuka jalan baru yang sebelumnya belum pernah ada, yaitu jalan kepada keselamatan yang kekal.
Ibrani 10:20 (TB) karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 

Tim Keller (1950–2023, teolog dan pendiri Redeemer Church NYC)
“Yesus bukan hanya contoh iman yang sempurna, Dia adalah kekuatannya. Iman bukanlah hasil disiplin diri, tetapi tanggapan terhadap anugerah yang telah lebih dahulu datang.” Dari khotbah: The Author and Finisher of Our Faith.

Dallas Willard:
“Discipleship bukanlah keanggotaan lembaga, tetapi menjadi seperti Yesus dalam karakter dan perbuatan.”

Sebagai Pelopor, Yesus menunjukkan dan menghidupi iman yang sejati—dalam penderitaan, pengorbanan, dan ketaatan.

Maka, mengikuti Yesus (discipleship) bukan sekadar percaya kepada-Nya, tetapi meneladani-Nya secara praktis.

Discipleship artinya: kita menyusul jejak Pelopor kita.

Discipleship adalah perjalanan panjang dengan mata tertuju kepada Yesus — bukan ke agama, bukan ke sistem, tapi kepada Pribadi yang hidup. 

Ilustrasi:
Sama seperti pendaki gunung, Yesus adalah pelopor karena Dia mendaki duluan. Tanpa Yesus, jalan itu tertutup dan mustahil dilalui. Tapi karena Yesus telah naik duluan, kita bisa mengikuti-Nya dengan aman.

2. Yesus Satu-Satunya yang Menyempurnakan Iman dengan Ketaatan Sempurna

Tokoh-tokoh Perjanjian Lama:
  • Memiliki iman yang besar, tetapi juga memiliki kelemahan dan dosa (misal: Abraham pernah berbohong, Musa gagal masuk ke Tanah Perjanjian, Daud jatuh dalam dosa besar).
  • Iman mereka masih bergantung pada bayangan keselamatan, seperti hukum Taurat dan korban persembahan.
Yesus:
  • Taat sepenuhnya tanpa dosa. Ibrani 4:15 (TB)  Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
  • Menjalani seluruh hidup-Nya dengan penyerahan total kepada kehendak Bapa. Filipi 2:8 (TB) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
  • Menyempurnakan iman karena Ia menyelesaikan rencana keselamatan Allah secara tuntas.
John Piper (Desiring God Ministries)
“Yesus membuka jalan iman dengan mati bagi kita, dan Ia menyempurnakan iman kita dengan memastikan kita tidak pernah berjalan sendirian.” Sermon: Looking to Jesus, the Founder and Finisher of Our Faith.

3. Fokus kepada Yesus ditengah Penderitaan.

a. Ibrani 12:2 (lanjutan)

"...yang dengan mengabaikan kehinaan, tekun memikul salib karena sukacita yang disediakan bagi-Nya..."

Yesus tidak disibukkan oleh rasa malu atau penderitaan, karena Dia melihat "sukacita yang disediakan bagi-Nya" – yakni keselamatan manusia dan kemuliaan bersama Bapa.

Nicky Gumbel (Alpha Course, HTB London)
“Kita tidak bisa menyelesaikan perlombaan iman tanpa memandang kepada Yesus setiap hari. Fokus kita menentukan kekuatan kita.” Alpha Talks – “Why Did Jesus Die?”

b. Aplikasi:

Ketika kita menderita, kita sering terjebak dalam rasa putus asa. Tapi Yesus memberikan teladan: penderitaan bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses pemurnian.

Dallas Willard menyatakan bahwa:
“Pemuridan adalah proses menjadi seperti Yesus jika Dia ada di dalam dirimu.”

4. Yesus Adalah Pelopor Karena Ia Membuka Jalan Keselamatan Secara Rohani dan Final

Ibrani 2:10 (TB):
“Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah... bahwa Ia menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”

Yesus tidak hanya membuka jalan secara simbolik, tapi secara spiritual dan real:

Melalui penderitaan dan salib, Ia meruntuhkan pemisah antara Allah dan manusia (Efesus 2:14-16).

Ia menjadi pelopor yang menanggung semuanya terlebih dahulu, dan sekarang mengajak kita mengikuti-Nya.

Gordon D. Fee, Pauline Christology menjelaskan bahwa 
“Kristus bukan hanya teladan iman kita; Ia juga yang memampukan kita untuk percaya.” 

Yesus adalah awal dan akhir dari iman kita.
Dia Pelopor yang membuka jalan melalui salib, dan Penyempurna yang menyelesaikannya dalam kemuliaan.

Yesus tidak hanya memulai, tapi memimpin dan menyelesaikan iman kita.

Christine Caine (Pendiri A21, penginjil internasional)
“Yesus tidak menunggu kita di garis akhir. Dia berlari bersama kita. Itulah kasih karunia—kita tidak sendiri dalam iman ini.” Khotbah: Fix Your Eyes

Iman sejati berakar, bertumbuh, dan berbuah hanya dalam Kristus.

Kita tidak berjalan sendiri dalam iman; Yesus memimpin, menopang, dan menguatkan.

Saat kita lemah, pandanglah Yesus.
Saat kita tersesat, ikutlah jejak-Nya.
Saat kita ingin menyerah, ingat: Dia yang memulai imanmu akan setia menyempurnakannya.

Fokuskan hatimu hanya pada Kristus Yesus.

Louie Giglio (Passion City Church)
“Ketika kita memandang Yesus, kita tidak melihat beban iman, tapi keindahan-Nya. Dia tidak hanya menguatkan kita, tapi mengubahkan kita.” Sermon: Fix Your Eyes on Jesus)

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah selama ini aku sungguh-sungguh memandang Yesus sebagai pusat imanku, atau hanya menjadikan-Nya sebagai pelengkap hidup rohani?

2. Dalam bagian mana dari hidupku aku paling mudah mengalihkan pandangan dari Yesus (misalnya: penderitaan, ambisi, kecewa terhadap gereja)?

3. Bagaimana aku sedang meneladani Yesus dalam iman yang taat, meski dalam penderitaan atau tekanan?

4. Apakah aku mempercayai bahwa Yesus sedang menyempurnakan imanku saat ini, bahkan dalam proses yang terasa tidak nyaman?

5. Apa langkah praktis yang bisa aku ambil minggu ini untuk terus ‘menatap kepada Yesus’?

Sumber Referensi:
  • John Calvin, Commentary on Hebrew, 1549
  • Matthew Henry, Commentary on the Whole Bible, 1706
  • R.C. Sproul, Foundations: Systematic Theology, 2001
  • F.F. Bruce, The Epistle to the Hebrews (NICNT), 1964
  • Gordon D. Fee, Pauline Christology, 2007
  • Bonhoeffer, The Cost of Discipleship, 1937
  • Tim Keller, Sermon – The Author & Finisher of Our Faith, 2010–2015.
  • John Piper, Sermon – Looking to Jesus, 2012
  • Nicky Gumbel, Alpha Course – Why Did Jesus Die? 2016
  • Christine Caine, Fix Your Eyes (Sermon), 2018–2022
  • Louie Giglio, Fix Your Eyes on Jesus (Passion), 2019
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you








Komentar