25 Juli 2025 | SIAPAKAH YESUS KRISTUS? | Series: Mengenal Yesus Kristus | Modul Pemuridan 365 hari

Siapakah Yesus?

Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian. 

Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. 

Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna. 

Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman.

Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

Hari ke-25: Yesus Jalan dan Kebenaran dan Hidup

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Latar Belakang Historis dan Kontekstual
Situasi Sosial dan Teologis Saat Itu

Yohanes 14 ditulis dalam konteks percakapan pribadi Yesus dengan murid-murid-Nya menjelang penyaliban. Para murid tengah mengalami kecemasan karena Yesus mulai menyatakan bahwa Ia akan pergi meninggalkan mereka. Dalam budaya Yahudi abad pertama, pemahaman tentang jalan menuju Allah sangat terkait dengan Hukum Taurat dan upacara keagamaan di Bait Allah.

Penelitian kualitatif teologis (misalnya dari David Bosch dalam Transforming Mission, 1991) menunjukkan bahwa banyak budaya dan agama mengklaim jalan kepada Tuhan. Namun, pernyataan Yesus dalam Yohanes 14:6 bersifat eksklusif dan mutlak, bukan inklusif atau sinkretis.

“Yesus tidak hanya menunjukkan jalan kepada Allah — Dia adalah jalan itu sendiri. Tidak ada keselamatan di luar Kristus, sebab hanya melalui Dia Allah telah menyediakan satu-satunya jalan keselamatan.” — Grudem, Systematic Theology, 1994, hlm. 543

Apa bukti nyata bahwa Yesus-lah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup satu-satunya yang sah dihadapan Bapa, Tuhan Allah di sorga?

1. Diutus dari surga 

Yohanes 3:13 (TB) Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

D.A. Carson (The Gospel According to John, 1991)
Hanya Dia yang datang dari sorga yang dapat berbicara dengan otoritas tentang hal-hal sorgawi. Asal surgawi Yesus membuat-Nya satu-satunya yang layak menyatakan kebenaran Allah kepada manusia.

Leon Morris (NICNT - The Gospel According to John)
Anak Manusia bukan sekadar berkunjung ke bumi; Dia berasal dari sorga. Kedatangan-Nya bukan mitos, tapi inkarnasi yang nyata.

Yohanes 6:38 (TB)  Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.

2. Menggenapi seluruh nubuat tentang Mesias.

Yesus secara eksplisit dan historis menggenapi lebih dari 300 nubuat dalam Perjanjian Lama. Tidak ada figur dalam sejarah dunia – baik pendiri agama, filsuf, maupun nabi – yang memenuhi nubuatan seperti ini dengan presisi yang mutlak.

Matius 5:17 (TB)  "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Lukas 24:44 (TB)  Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." 

Dalam Lukas 24:44, Yesus menyebutkan tiga bagian utama dari Tanakh (Perjanjian Lama Yahudi): Taurat, Nabi-nabi, dan Mazmur. Ini menunjukkan bahwa seluruh Kitab Suci — dari Kejadian sampai Maleakhi — menunjuk kepada-Nya. Jadi, Alkitab bukan hanya kumpulan kisah moral, tapi satu narasi besar yang puncaknya adalah Kristus.

Jadi, jika Yesus setia menggenapi rencana Allah dari Kejadian hingga Salib, maka Ia juga setia menyelesaikan karya-Nya dalam hidupmu. 

Filipi 1:6 (TB)  Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

3. Menanggung dosa manusia dan bangkit.

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Yesus tidak hanya mati bagi kita — Ia bangkit untuk membuktikan bahwa dosa, maut, dan Iblis telah dikalahkan.
Kini, siapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memiliki hidup yang kekal.

Tim Keller (Pendeta dan apologet)
"Jika Yesus bangkit dari kematian, maka kamu harus menerima semua yang Dia katakan. Jika tidak, mengapa harus repot dengan perkataan-Nya?"

4. Diberi nama di atas segala nama 

Filipi 2:9-11 (TB)  Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

John MacArthur – Teolog Reformed dan penulis buku "The Gospel According to Jesus"
"Nama di atas segala nama bukan hanya sekadar nama Yesus secara bunyi, tetapi mencakup seluruh representasi diri-Nya—keilahian-Nya, kuasa sebagai Tuhan, dan kuasa menyelamatkan. Setiap lutut akan bertelut karena tak ada yang seperti Dia."

John Piper, Seeing and Savoring Jesus Christ
“Ketika Allah memberikan nama yang di atas segala nama kepada Yesus, itu bukan hanya pemberian status, tapi peneguhan bahwa Yesus layak menerima penyembahan kekal karena pengorbanan-Nya.”

5. Menjadi satu-satunya pengantara (1 Tim. 2:5)

1 Timotius 2:5 (TB)  Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

Dallas Willard (dalam bukunya “The Divine Conspiracy” dan ajaran lisan)
“Yesus Kristus adalah satu-satunya Pengantara bukan hanya karena posisi-Nya sebagai Anak Allah, tetapi karena Ia menghidupi kebenaran yang ditawarkan-Nya. Ia mengundang kita masuk ke dalam realitas kerajaan Allah, bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai peserta. Ia adalah jembatan karena Ia adalah Jalan itu sendiri, bukan sekadar penunjuk arah.”

“Di dalam Kristus, kita melihat bagaimana kehidupan manusia bisa sungguh-sungguh berada dalam persekutuan dengan Allah, dan bukan hanya ditebus secara hukum. Pengantaraannya mencakup bukan hanya salib, tetapi juga teladan hidup, transformasi batin, dan undangan kepada kehidupan kekal mulai dari sekarang.”

Dengan kata lain, Yesus tidak sekadar menjadi pintu (pengantara), tetapi juga menjadi jalan yang dilalui, kebenaran yang dipegang, dan kehidupan yang dijalani. Inilah sebabnya mengapa pengantaraan-Nya bukan konsep teologis mati, tetapi realitas hidup yang mengubah kita hari demi hari.

Dunia menawarkan banyak jalan. Tapi hanya satu yang menuju Allah.

Filsafat bisa memberi wawasan. Agama bisa memberi aturan. Moral bisa memberi standar. Tapi hanya Yesus yang memberi Hidup.

Karena di salib, Yesus tidak hanya mati—Dia membuka jalan bagi umat manusia yang terhilang.
Karena di kubur, Yesus tidak tinggal—Dia bangkit sebagai Kebenaran yang hidup.
Karena di sorga, Yesus tidak berdiam—Dia berdiri sebagai satu-satunya Pengantara di hadapan Allah bagi kita!

“Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Inilah klaim paling radikal dalam sejarah manusia—dan inilah pengharapan terbesar bagi seluruh dunia.

Bukan sekadar klaim eksklusif, tapi undangan kasih yang inklusif: bahwa siapa pun yang percaya kepada-Nya, tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).

Yesus bukan salah satu dari banyak jalan—Ia adalah satu-satunya jalan.
Bukan salah satu kebenaran—Ia adalah kebenaran yang mutlak.
Bukan salah satu sumber hidup—Ia adalah hidup itu sendiri.

Di luar Dia—hanya kebingungan.
Di luar Dia—hanya kegelapan.
Di luar Dia—hanya kematian.

Tetapi di dalam Dia—ada arah, ada terang, ada hidup yang kekal.

Hari ini, jangan pilih jalan yang ramai—pilih Jalan yang benar.
Jangan ikuti suara dunia—dengar suara Gembala.
Jangan tunda keselamatan—terimalah Sang Hidup itu sendiri.

Yesus Kristus—Dialah Jalan, Kebenaran, dan Hidup. Tidak ada alternatif. Tidak ada pengganti. Tidak ada yang lain.

Dialah satu-satunya yang sah di hadapan Bapa.
Dan Dia memanggil engkau sekarang.

Pertanyaan Refleksi:
1. Apakah saya sungguh-sungguh percaya bahwa hanya melalui Yesus saya bisa datang kepada Bapa? Atau saya masih mencoba mencari keselamatan melalui usaha sendiri, agama, atau kebajikan moral?

2. Dalam hidup sehari-hari, kepada siapa saya mencari pertolongan, pengampunan, atau pengharapan?
Apakah saya datang langsung kepada Kristus, satu-satunya Pengantara?

3. Jika Yesus adalah Jalan, apakah hidup saya saat ini sedang berjalan di jalan itu?
Apa buktinya bahwa saya hidup dalam kehendak-Nya?

4. Jika Yesus adalah Kebenaran, adakah area dalam hidup saya yang masih menolak kebenaran-Nya? Apakah saya menyembunyikan dosa, hidup dalam kompromi, atau menolak disiplin firman Tuhan?

5. Jika Yesus adalah Hidup, apakah saya mengalami kehidupan yang sejati dalam Dia hari ini? Atau hidup saya terasa hampa, kering, dan jauh dari hadirat Allah?

6. Bagaimana saya bisa membagikan kebenaran ini kepada orang-orang yang saya kasihi? Apakah saya menjadi jembatan yang memperkenalkan Yesus, atau malah menjadi batu sandungan?

7. Apakah saya mengandalkan Yesus sebagai Pengantara dalam doa, pelayanan, dan pengharapan saya? Atau saya masih mengandalkan diri sendiri atau orang lain?

Sumber Referensi:
  • John Stott, The Incomparable Christ (2001)
  • N.T. Wright, Jesus and the Victory of God (1996)
  • Timothy Keller, Jesus the King (2011)
  • R.C. Sproul, The Truth of the Cross (2007)
  • D.A. Carson, The Gospel According to John (1991)
  • N.T. Wright, Paul: A Biography (2018)
  • Michael Reeves, Rejoicing in Christ (2015)
  • Dallas Willard, The Divine Conspiracy (1998)
  • R.C. Sproul, Essential Truths of the Christian Faith (1992)
  • Wayne Grudem, Systematic Theology (1994)
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you










Komentar