Siapakah Yesus?
Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian.
Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia.
Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna.
Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman.
Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:
Hari ke-24: Yesus Pokok Anggur Yang Benar
Yohanes 15:1 (TB) "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
Terjemahan Yunani Asli (Greek):
Ἐγώ εἰμι ἡ ἄμπελος ἡ ἀληθινή, καὶ ὁ Πατήρ μου ὁ γεωργός ἐστιν.
(Egō eimi hē ampelos hē alēthinē, kai ho Patēr mou ho geōrgos estin.)
1. “Ἐγώ εἰμι” – Akulah
Makna: Ini adalah pernyataan identitas ilahi Yesus.
Dalam Injil Yohanes, frasa “Ego Eimi” (Akulah / I Am) digunakan Yesus sebanyak 7 kali dalam bentuk metafora (termasuk "Akulah pokok anggur"). Ini secara langsung menggemakan Keluaran 3:14, ketika Allah berkata kepada Musa, "AKU ADALAH AKU."
D.A. Carson: “Setiap ‘Ego Eimi’ menegaskan bahwa Yesus bukan sekadar guru, melainkan sumber ilahi segala hal yang mutlak dibutuhkan manusia.”
R.C. Sproul: “Pernyataan ‘Akulah’ adalah deklarasi eksistensi dan supremasi.”
Supremasi adalah kedudukan yang paling tinggi dalam kekuasaan, wewenang, atau pengaruh di suatu bidang tertentu.
I AM – menunjukkan otoritas, eksistensi kekal, dan hubungan pribadi.
2. “ἡ ἄμπελος ἡ ἀληθινή” – Pokok Anggur yang Benar
Makna: Yesus menyebut diri-Nya “pokok anggur yang benar” untuk menyatakan bahwa Dialah pengganti dari Israel lama yang sering gagal menjadi “kebun anggur Allah” (Yesaya 5:1–7). Kini, yang menjadi sumber kehidupan sejati dan buah rohani adalah Kristus.
Mazmur 80:8–16: permohonan kepada Allah untuk memulihkan kebun anggurnya.
Craig Keener: “Pernyataan ini adalah pergeseran dramatis dari ketergantungan pada keanggotaan nasional Israel menuju relasi pribadi dengan Mesias.”
William Barclay menerangkan bahwa:
“Istilah ‘yang benar’ dalam bahasa Yunani berarti yang sejati dan otentik, yang berbeda dari yang palsu atau semu. Dalam Yesus, gambaran pokok anggur yang sebelumnya berlaku untuk Israel sekarang dipenuhi secara sempurna.”
(Sumber: The Daily Study Bible: Gospel of John)
Andreas Köstenberger menjelaskan bahwa :
“Yesus sebagai ‘ampelos alēthinē’ (pokok anggur yang benar) menyatakan bahwa Dia adalah pengganti dari seluruh struktur ibadah lama. Hanya melalui Dialah kehidupan sejati mengalir.”
(Sumber: John, Baker Exegetical Commentary on the New Testament)
John Piper menyatakan bahwa:
“Yesus menyebut diri-Nya sebagai pokok anggur yang benar karena semua yang sebelumnya hanyalah bayangan. Di dalam Dia, seluruh rencana Allah mencapai realitas sejati.”
(Sumber: DesiringGod.org, khotbah tentang Yohanes 15)
Yohanes 15:5 (TB)
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
C.S. Lewis menegaskan bahwa:
“Allah tidak dapat memberikan kepada kita kebahagiaan dan damai sejahtera yang terpisah dari diri-Nya, karena itu tidak ada. Tidak ada hal seperti itu.”
(Kekristenan Sejati)
A.W. Tozer menyimpulkan bahwa:
“Di luar Kristus, segala sesuatu adalah kematian. Di dalam Kristus, segala sesuatu hidup.”
3. “καὶ ὁ Πατήρ μου ὁ γεωργός ἐστιν” – Bapa-Kulah Pengusahanya
Makna: Allah Bapa digambarkan sebagai pengusaha kebun anggur (petani/penanam). Ini menekankan peran aktif Bapa dalam pemeliharaan, pemangkasan, dan pembersihan cabang agar berbuah lebih banyak (Yoh 15:2).
Bapa aktif dalam kehidupan rohani orang percaya—memelihara, menyucikan, membentuk.
Yesaya 27:3 (TB) Aku, TUHAN, penjaganya; setiap saat Aku menyiraminya. Supaya jangan orang mengganggunya, siang malam Aku menjaganya;
Pemangkasan bisa berarti penderitaan atau disiplin ilahi untuk pertumbuhan.
Ibrani 12:6-7 (TB) karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."
Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?
Terkadang, penderitaan atau proses disiplin rohani adalah bagian dari proses pemangkasan ini.
Ibrani 12:11 (TB) Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Dallas Willard: “Disiplin spiritual adalah alat di tangan Sang Petani yang penuh kasih.”
Jonathan Edwards: “Afeksi sejati kepada Kristus akan dibentuk dan diasah oleh tangan kasih Bapa.”
Afeksi rohani sejati adalah tanda utama dari pekerjaan Roh Kudus dalam hati manusia.
Ia membedakan antara pengakuan iman yang dingin secara intelektual dengan iman yang dihidupi melalui afeksi rohani yang sejati, seperti kasih yang tulus, sukacita dalam Tuhan, rasa takut yang kudus, dan kerendahan hati.
Contoh di Alkitab tentang afeksi rohani:
Mazmur 42:1-2 (TB) Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
Filipi 1:8 (TB) Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian.
Relevansi Bagi Orang Percaya:
1. Melekat pada Kristus, terhubung sepenuhnya sama seperti colokan listrik dengan sumber daya. Baik melalui: persekutuan dengan Roh Kudus, dan Kerajaan Allah serta kebenaranNya.
2. Menerima dengan kerendahan hati proses disiplin rohani sebagai bagian pembentukan buah kebenaran didalam insan orang percaya.
3. Menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah. Itulah kekristenan sejati.
Pertanyaan Refleksi :
1. Apa saja bukti praktis bahwa aku melekat kepada-Nya? (Doa, firman, ketaatan, kasih)
2. Di mana aku paling sering mengandalkan diriku sendiri daripada bersandar kepada Kristus?
3. Jika Tuhan memeriksa hidupku hari ini, apa yang akan Ia temukan?
4. Bagaimana sikap hatiku saat Tuhan membentuk dan mendisiplinkanku?
5. Jika orang lain melihat hidupku, apakah mereka dapat melihat Kristus?
Sumber Referensi:
- D.A. Carson (The Gospel According to John, 1991)
- Leon Morris (NICNT: John, 1995)
- R.C. Sproul (John Commentary, 2009)
- Jonathan Edwards (Religious Affections, 1746)
- C.S. Lewis (Mere Christianity, 1952)
- Dallas Willard (Divine Conspiracy, 1998)
- Craig Keener (John Commentary, 2003)
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.
***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you

Komentar
Posting Komentar
FORM DOA