22 Juli 2025 | SIAPAKAH YESUS KRISTUS? | Series: Mengenal Yesus Kristus | Modul Pemuridan 365 hari

Siapakah Yesus?

Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian. 

Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna.

Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman. Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

Hari ke-22: Yesus Adalah Immanuel, Allah Beserta Kita.

Matius 1:23 (TB)  "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. 

Apa Arti "Imanuel"?

Nama Imanuel berasal dari bahasa Ibrani “Immanu El” (עִמָּנוּאֵל) yang berarti:
“Allah menyertai kita.”

Ini bukan hanya sebuah nama simbolis, melainkan deklarasi ilahi bahwa Allah sendiri datang ke dunia untuk hadir dan tinggal bersama umat-Nya — bukan dari jauh, tetapi dalam rupa manusia: Yesus Kristus. 

Matius menggunakan struktur literer Yahudi:

Kutipan nubuat → Penegasan identitas Yesus → Terjemahan → Penjelasan makna.

Tiga kebenaran penting dari Matius 1:23

1. Allah sendiri yang datang, bukan hanya utusan.

Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

2. Kelahiran-Nya adalah tindakan aktif kasih Allah. 

Galatia 4:4-5 (TB)  Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.  

3. Penyertaan-Nya adalah permanen dan aktif.

Matius 28:20 (TB)  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. 

Kalau demikian apakah yang dimaksud dengan Immanuel ? 

1. Nama secara profetik/simbolik.

Dalam konteks Yesaya 7:14, "Imanuel" adalah nama profetik yang diberikan sebagai tanda kepada bangsa Yehuda, bahwa Allah akan menyertai mereka di tengah ancaman musuh.

Yesaya 7:14 (TB)  Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 

F.F. Bruce mengomentari :
Imanuel menandai akhir dari pemisahan antara Sang Pencipta dan ciptaan; ini adalah pembalikan dari pengusiran di Taman Eden.

John MacArthur menjelaskan:
Kelahiran dari perawan dan gelar ‘Imanuel’ menyatakan bahwa Yesus sepenuhnya ilahi dan sepenuhnya manusia — Anak Allah sendiri yang hidup di antara kita.

Nama ini tidak berarti Yesus secara harfiah dipanggil "Imanuel" sepanjang hidup-Nya di dunia, tetapi itu adalah identitas dan makna misi kedatangan-Nya.

Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

William Hendriksen berkomentar:
"Nama Imanuel tidak berarti Yesus akan dipanggil demikian secara harfiah, tetapi menyatakan esensi dari siapa Dia—Allah di tengah-tengah umat-Nya."

Ibrani 13:5 (TB) Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  

2. Nama Gelar (teologis/kristologis)

Imanuel adalah gelar mesianik, bukan nama pribadi yang digunakan sehari-hari.
Yesus dipanggil "Yesus" (Ibrani: Yeshua – berarti "Yahweh menyelamatkan"), tetapi "Imanuel" adalah gelar yang mengungkapkan identitas dan fungsi ilahi-Nya.

Kolose 2:9 (TB)  Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 

Filipi 2:6-7 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

N.T. Wright berkata: 
“Nama ‘Imanuel’ bukan sekadar label. Itu adalah sebuah pernyataan tentang keseluruhan hidup Yesus—bahwa di dalam Dia, kehadiran Allah telah datang untuk tinggal bersama umat-Nya.”

D.A. Carson (New Bible Commentary; The Expositor’s Bible Commentary).
Matius ingin menegaskan bahwa Yesus bukan sekadar manusia dari Allah, tetapi Allah yang bersama kita—Imanuel dalam wujud manusia. Ini bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan realitas teologis yang berakar pada peristiwa inkarnasi.

Dallas Willard (The Divine Conspiracy),
Kehadiran Allah bersama kita di dalam Yesus bukanlah momen yang berlalu begitu saja, melainkan dasar dari kehidupan bersama Allah. Ia datang bukan hanya untuk menyelamatkan, tetapi untuk tinggal, untuk hadir, dan memimpin kita dari dalam.

Gereja yang tidak belajar memahami zaman akan kesulitan menanamkan Injil dalam hati yang haus. Injil tidak berubah, tapi cara penyampaiannya harus peka terhadap zaman.

1 Tawarikh 12:32 
"...dari bani Isakhar, yang mempunyai pengertian tentang zaman, sehingga mereka mengetahui apa yang harus dilakukan Israel." 

Kekristenan di Korea Selatan adalah cermin yang jujur bagi gereja-gereja di dunia. Kita diajak belajar dari api yang pernah menyala, dan dari angin zaman yang kini menggoyang. Di sinilah panggilan gereja: kembali pada Injil yang murni, dan maju dengan kebijaksanaan untuk menjangkau generasi yang mencari makna.

Studi Pew Research dan World Christian Database mencatat bahwa sejak 1960-an, Kekristenan di Korea Selatan mengalami lonjakan pesat. Namun, kini banyak gereja mengalami stagnasi atau penurunan terutama di kalangan anak muda.
Komentar: 
  • Generasi muda Korea melihat gereja sebagai institusi yang terlalu konservatif, tidak relevan dengan tantangan modern seperti mental health dan keadilan sosial.” - Christian Today Korea, 2023.
  • Banyak yang meninggalkan gereja karena skandal kepemimpinan dan komersialisasi iman.” - Korea Institute for Religion and Culture
  • Perkembangan ekonomi yang pesat menciptakan satu generasi yang lebih tertarik pada kapitalisme daripada pada Kristus.  Philip Jenkins, Cendekiawan Kekristenan Global id
Lalu, bagaimana orang percaya mengetahui Yesus Kristus masih hadir ditengah-tengah orang percaya? Berikut ciri-ciri Yesus Kristus hadir ditengah-tengah orang beriman : 

1. Hadir melalui Roh Kudus

Yohanes 14:16-17 (TB)  Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Yesus mungkin tidak terlihat secara fisik, tetapi Ia nyata melalui kuasa Roh Kudus yang tinggal di hati orang percaya.

Francis Chan menjelaskan:
“Banyak orang Kristen hidup seperti Yesus tidak benar-benar hadir, padahal Roh Kudus adalah kehadiran Yesus dalam hidup kita sekarang ini.”

2. Melalui Tubuh Kristus (Gereja-Nya)

1 Korintus 12:27 (TB)  Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya. 

Yesus hidup melalui komunitas kasih, pelayanan, dan penginjilan dari umat-Nya.

John Stott memaparkan bahwa:
“Kristus terus bekerja di dunia ini melalui tubuh-Nya, gereja. Kita adalah tangan dan kaki-Nya.”

3. Karya Kasih dan Mukjizat Nyata

Ibrani 13:8 (TB)  Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. 

Mukjizat Yesus tidak berhenti di masa lalu. Ia tetap bekerja menyembuhkan, membebaskan, dan mengubahkan hidup.

Craig Keener menjelaskan bahwa:
“Ada bukti historis dan kontemporer bahwa mukjizat-mukjizat Yesus masih terjadi sampai hari ini di seluruh dunia.”

4. Penggenapan Nubuat dan Pemeliharaan Dunia. 

Matius 24:35 (TB)  Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Yesus tidak hanya datang, tetapi nubuat tentang-Nya terus tergenapi, menunjukkan kuasa-Nya atas sejarah.

Tim Keller menyebutkan bahwa:
“Yesus adalah pusat sejarah. Segala sesuatu menuju kepada-Nya dan dipelihara oleh-Nya.”

5. Perubahan Hati dan Hidup (Transformasi Karakter)

2 Korintus 5:17 (TB) Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Yesus hadir dimana ada pertobatan sejati dan pembaharuan hidup. 

Dallas Willard mengajarkan bahwa:
“Kehadiran Yesus nyata dalam hidup orang-orang yang diubahkan dari kegelapan kepada terang.”

6. Penganiayaan dan Ketekunan Orang Percaya

Matius 5:11-12 (TB)  Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Yesus hadir dalam penderitaan umat-Nya — dan memberi kekuatan untuk tetap setia.

Dietrich Bonhoeffer menambahkan bahwa:
“Kristus hadir bersama mereka yang menderita bagi-Nya; Salib bukan beban, tetapi tanda kehadiran-Nya.”

7. Pertumbuhan Gereja Global

Matius 24:14 (TB) Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya."

Pertumbuhan gereja di tengah tantangan dunia adalah bukti Yesus bekerja dan tetap berdaulat

Philip Jenkins mengungkapkan bahwa: 
“Kristus yang bangkit memimpin kebangkitan kekristenan global dari Selatan dunia—Afrika, Asia, dan Amerika Latin.”

Penyertaan-Nya bukan sekadar penghiburan, tapi juga kekuatan yang memampukan kita menjalani kehidupan dengan iman yang teguh. Maka marilah kita hidup dalam kesadaran bahwa kita tidak pernah sendiri. Allah beserta kita — dalam pergumulan, sukacita, pelayanan, dan seluruh kehidupan kita.

Immanuel bukan sekadar nama, tapi janji kekal yang hidup bersama umat-Nya.

Pertanyaan Refleksi :
1. Apakah aku benar-benar menyadari bahwa Allah hadir dalam setiap aspek hidupku, termasuk yang paling kecil sekalipun?

2. Dalam situasi apa aku paling merasa Allah jauh? Bagaimana kebenaran bahwa Yesus adalah Immanuel mengubah pandanganku?

3. Bagaimana penyertaan Kristus membentuk cara aku mengambil keputusan, bekerja, dan melayani sesama?

4. Apakah aku mengandalkan penyertaan Allah dalam menghadapi ketakutan, kekhawatiran, atau tekanan hidup sehari-hari?

5. Jika Yesus benar-benar Immanuel—Allah besertaku—bagaimana aku seharusnya hidup berbeda dari dunia ini?

Sumber Referensi :
  • LAI TB & FAYH Bible Translation
  • Matthew Henry (1706) – Matthew Henry's Commentary on the Whole Bible.
  • N.T. Wright – Simply Jesus (2011), The New Testament and the People of God (1992).
  • D.A. Carson – The Gospel According to John (1991), The God Who is There (2010).
  • Dallas Willard – The Divine Conspiracy (1998).
  • R.T. France – The Gospel of Matthew (NICNT, 2007).
  • Craig Keener – The IVP Bible Background Commentary: New Testament (1993).
  • F.F. Bruce – The Hard Sayings of Jesus (1983).
  • John MacArthur – The MacArthur New Testament Commentary: Matthew 1–7 (1985).
  • Dietrich Bonhoeffer – God Is in the Manger: Reflections on Advent and Christmas (1940-an, diterbitkan ulang 2010).
  • Francis Chan, Forgotten God: Reversing Our Tragic Neglect of the Holy Spirit (2009)
  • Philip Jenkins – The Next Christendom: The Coming of Global Christianity (2002), pengamat kekristenan global, khususnya tentang Korea Selatan.
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you

Komentar