Siapakah Yesus?
Shalom, Puji nama Tuhan Yesus Kristus, bersyukur saudara-saudari yang terkasih CMNC's terus bertumbuh didalam pengenalan akan Allah yang benar melalui pengajaran dan kesaksian.
Penulis bersyukur karena kasih karunia Allah, kita ada sebagaimana kita ada sekarang, dan kasih karunia yang diberikannya kepada gerejaNya tidak sia-sia. Penulis berdoa: Biarlah bertambah-tambah iman dan kasih kepada Allah dan seorang akan yang lain, serta menguduskan pribadi gerejaNya seutuhnya sehingga roh, jiwa, tubuhnya terpelihara sempurna.
Tuhan melayakkan gerejaNya bagi panggilan Kristus dan dengan kekuatanNya menyempurnakan kehendak gerejaNya untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan iman. Supaya dalam nama Yesus, Tuhan kita dimuliakan didalam gerejaNya dan gerejaNya di dalam Kristus, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.
Biarlah Tuhan memberikan Roh hikmat dan wahyu mengajarkan gerejaNya untuk mengenal Allah dengan benar. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:
Hari ke-21: Yesus Adalah Kepala Jemaat
Konteks Historical :
Kolose 1:18 (TB) Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
Surat Kolose ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di kota Kolose, yang saat itu sedang menghadapi ajaran sesat sinkretisme — campuran dari Gnostisisme, pemujaan malaikat, hukum Taurat Yahudi, dan filsafat Yunani. Ajaran-ajaran ini merendahkan keilahian Kristus dan mengaburkan peran-Nya sebagai pusat iman Kristen.
Dalam konteks inilah Paulus dengan tegas menyatakan keunggulan dan supremasi Kristus, salah satunya sebagai kepala dari tubuh, yaitu jemaat. Ini adalah deklarasi bahwa Kristus bukan sekadar bagian dari jemaat, tetapi otoritas tertinggi dan sumber kehidupan spiritual bagi seluruh tubuh-Nya.
Pengajaran Utama: Kristus sebagai Kepala Jemaat
Sebagai Kepala jemaat, Di dalam Alkitab, istilah “Kepala” (Yunani: kephalÄ“) bukan hanya menunjuk pada posisi otoritas, tetapi juga sebagai sumber kehidupan dan arah. Berikut adalah dampak-dampaknya:
Memimpin: Menentukan arah dan tujuan hidup gereja. Efesus 4:15 (TB) tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
Memiliki Otoritas: Kristus adalah Kepala bukan hanya atas Gereja, tetapi juga atas seluruh otoritas di alam semesta. Kolose 2:10 (TB) dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
Menyatukan: Menghubungkan setiap anggota dalam satu tubuh rohani. Kolose 2:19 (TB) sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
Memberi kehidupan: Sebagaimana kepala mengatur tubuh, Kristus menghidupkan dan memelihara gereja-Nya. Kolose 2:19 (TB) sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
Menyelamatkan: Kristus sebagai Kepala menyelamatkan dan memimpin jemaat, seperti suami yang bertanggung jawab atas istri. Efesus 5:23 (TB) karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.
Menjadi terutama dalam segala sesuatu: Kristus bukan hanya pemimpin rohani, tetapi juga yang utama, karena Ia bangkit dari kematian dan memimpin seluruh umat percaya. Kolose 1:18 (TB) Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
"Hanya Kristus yang adalah Kepala Gereja, bukan manusia. Ketika Kristus tidak lagi dimuliakan, Gereja hanyalah menjadi lembaga biasa seperti yang lain." — Billy Graham.
Efesus 1:22-23 (TB) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
Matius 16:18 (TB) Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Untuk mencapai apa yang dijanjikan Kristus itu tidaklah mudah saat itu, jemaat pun berjuang untuk dapat terus teguh imannya dan berani menghadapi setiap tantangan iman yang ada di depan mereka.
Apa saja tantangan - tantangan permasalahan yang dihadapi oleh Jemaat Kolose dan Relevansi dengan jaman sekarang?
Apa itu Sinkretisme dan Gnostisme dan ciri-ciri dari pandangan tersebut?
Apa itu Sinkretisme?
Sinkretisme adalah pencampuran atau penggabungan ajaran-ajaran agama atau kepercayaan yang berbeda menjadi satu sistem baru. Biasanya ini dilakukan agar suatu ajaran lebih diterima oleh berbagai kalangan, tapi sering kali justru mengaburkan kebenaran asli.
Contoh Sinkretisme di Gereja Kolose:
- Jemaat di Kolose mulai mencampur iman Kristen dengan:
- Ajaran Yahudi (hukum Taurat, makanan halal-haram)
- Filsafat Yunani (pikiran bahwa materi itu jahat)
- Pemujaan malaikat (Kolose 2:18)
- Praktik mistik dan hukum tambahan
Akibatnya: Keilahian dan kepemimpinan Kristus dianggap tidak cukup — mereka menganggap perlu tambahan spiritualitas lain di luar Kristus.
Contoh: Praktek Pemujaan Malaikat ciri-cirinya:
1. Doa khusus kepada malaikat tertentu.
Contoh: "Doa kepada Malaikat Mikhael untuk perlindungan," atau meminta malaikat tertentu mengusir roh jahat, tanpa menyebut nama Yesus.
2. Pewahyuan dari malaikat
Orang-orang tertentu mengaku mendapat mimpi atau pesan dari malaikat dan menjadikannya sebagai "wahyu ilahi" bahkan melebihi Firman Tuhan.
3. Simbol dan praktik spiritual mistik
Penggunaan simbol-simbol malaikat, lilin, dupa, kristal, atau benda-benda "suci" tertentu, yang dipercaya bisa menarik kehadiran malaikat.
4. Campuran kepercayaan lokal
Beberapa kelompok mencampurkan teologi Kristen dengan adat atau kepercayaan lokal, misalnya:
Penggunaan sesajen atau upacara ritual untuk menghormati "roh penjaga" yang disamakan dengan malaikat.
Keyakinan bahwa malaikat adalah entitas kosmik yang perlu dipuaskan.
Ini adalah bentuk sinkretisme, yang sering kali tidak disadari telah menyalahi keesaan dan keunikan Kristus.
Sikap Alkitab terhadap Pemujaan Malaikat
Kolose 2:18 (FAYH) Jangan membiarkan diri dinyatakan sesat apabila Saudara menolak untuk menyembah malaikat-malaikat, seperti yang mereka haruskan. Mereka mengaku telah mendapat penglihatan dan mengatakan bahwa Saudara juga harus mendapat penglihatan. Orang-orang yang angkuh ini (sekalipun mereka mengaku rendah hati) pandai sekali mengkhayal.
2 Korintus 11:14 (TB) Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.
2 Korintus 11:14 (FAYH) Tetapi saya tidak heran! Iblis dapat mengubah dirinya menjadi malaikat terang;
Menurut Alkitab:
- Malaikat adalah hamba Tuhan (Ibrani 1:14), bukan untuk disembah. Ibrani 1:14 (FAYH) Tidak pernah, sebab malaikat hanyalah roh yang diutus untuk menolong dan memelihara orang yang akan menerima keselamatan.
- Yesus adalah satu-satunya perantara antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5).
- Setiap wahyu atau ajaran yang tidak berasal dari Kristus harus ditolak – bahkan jika datang melalui malaikat! Galatia 1:8 (TB) Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
"Malaikat itu nyata dan penuh kuasa, tetapi mereka tidak pernah boleh disembah atau didoakan. Mereka melayani Kristus, dan kita pun harus demikian." – Billy Graham, dalam bukunya "Angels: God’s Secret Agents"
Apa itu Gnostisisme?
Gnostisisme adalah aliran pemikiran kuno (berkembang abad ke-1–3 M) yang menekankan bahwa keselamatan hanya datang lewat "pengetahuan rahasia" (gnosis), bukan melalui iman kepada Kristus.
Ciri-Ciri Ajaran Gnostik:
1. Dualitas: Dunia rohani dianggap baik, sedangkan dunia materi dianggap jahat.
2. Yesus bukan Allah sejati: Mereka percaya Yesus hanyalah utusan atau emanasi ilahi, bukan sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia.
3. Penolakan atas inkarnasi: Karena tubuh dianggap jahat, mereka menolak bahwa Allah sungguh-sungguh menjadi manusia.
4. Keselamatan lewat pengetahuan rahasia, bukan iman dan anugerah.
Contoh paham "pengetahuan / pewahyuan rahasia"
Shincheonji Church of Jesus (didirikan oleh Lee Man-hee)
Mereka mengklaim hanya Lee Man-hee yang bisa mengartikan kitab Wahyu, dan keselamatan hanya melalui komunitas mereka.
Contoh spiritualitas campuran :
- Meditasi gaya Timur (Zen, Tao)
- Positivisme, inner healing, dan "energi kosmik"
- Visualisasi malaikat, kesadaran ilahi, chakra, dan sejenisnya
Mereka mungkin tidak menyebut ini "Gnostisisme", tapi substansinya mirip: keselamatan dan pencerahan rohani diperoleh dari pengetahuan batin atau kesadaran spiritual tinggi, bukan dari salib Kristus.
Contoh elitisme rohani dalam gereja:
- "Baptisan Roh Kudus versi khusus"
- "Wahyu pribadi" atau penglihatan khusus
- "Naik ke level rohani tertentu"
Hal ini bisa membentuk kasta rohani, di mana iman bukan lagi soal iman pada Kristus, melainkan pengalaman spiritual tertentu.
Ada tertulis:
Kolose 2:8 (FAYH) Jangan biarkan orang lain merusak iman dan sukacita Saudara dengan filsafat dan ajaran salah dan dangkal yang berdasarkan pikiran dan gagasan manusia, yang bukan berdasarkan pengajaran Kristus.
Dallas Willard menyebut ini sebagai bentuk rohani yang “berpindah dari kasih karunia menuju kompetisi spiritual yang tidak sehat.”
Banyak gereja modern saat ini mengalami:
- Konflik internal karena kepemimpinan yang ego-sentris. Menekankan "tunduk otoritas" kepada jemaat sebagai payung rohani, namun ketika sesama pemimpin berbeda prinsip, maka bukannya saling merendahkan hati demi kepentingan Kristus malah yang terjadi adalah perseteruan kepentingan pribadi, yang akhirnya terjadi perpecahan kelompok atau individu. Dengan kata lain ada yang "pindah gereja lain" atau mendirikan komunitas baru. Ketidak-konsistenan apa yang diajarkan dengan realita yang terjadi.
- Pola pelayanan yang lebih menekankan program daripada relasi dengan Kristus. Berbagai program ibadah diciptakan dimana diharapkan seluruh jemaat aktif mengambil bagian pelayanan di gereja namun pada akhirnya malah akan terjerumus karena kelelahan rohani dan melupakan membangun hubungan keluarga inti atau menelantarkan tanggungjawab demi aktifitas gerejawi padahal mampu untuk memelihara anggota keluarga karena ketidakseimbangan waktu dan prioritas.
- 1 Timotius 5:8 (FAYH) Tetapi siapa pun yang tidak mau memelihara sanak saudaranya sendiri yang membutuhkan bantuan, lebih-lebih mereka yang tinggal serumah, jangan sekali-kali menyebut diri orang Kristen. Orang seperti itu lebih buruk daripada orang yang tidak beriman.
- Penyesuaian nilai-nilai gereja dengan budaya modern tanpa fondasi firman. Banyak aksi panggung, namun ternyata sepi kerinduan menyelidiki Firman Tuhan didalam pikiran jemaat.
Survei Barna Group (2023): 38% pemimpin gereja di AS mengaku mengalami kelelahan dan kehilangan arah rohani.
Pew Research (2022): 61% milenial Kristen tidak lagi menganggap gereja relevan karena dianggap lebih ‘organisasi manusia’ daripada ‘tubuh Kristus’.
"Tanpa Injil di pusatnya, gereja akan menjadi komunitas yang berorientasi pada penampilan atau kumpulan orang yang moralistis dan merasa diri benar sendiri." — Tim Keller, Center Church
Apakah Kolose 1:18 Menjawab Tantangan Ini?
Ya. Kolose 1:18 adalah penawar dari semua kecenderungan gereja modern yang menyimpang. Saat gereja mengakui dan tunduk kepada Kristus sebagai Kepala:
- Keputusan strategis disaring melalui firman Tuhan.
- Pelayanan menjadi ekspresi kasih dan bukan sekadar proyek.
- Jemaat mengalami kesatuan karena sumbernya satu — Kristus.
- Kepemimpinan menjadi teladan Kristus yang melayani, bukan menguasai.
"Gereja bukanlah sebuah institusi, melainkan komunitas ilahi yang dipimpin dan diarahkan oleh Kristus yang hidup."— Dallas Willard.
"Menyebut Kristus sebagai 'Kepala' gereja berarti mengakui bahwa setiap aspek dari kehidupan bersama dan pribadi kita harus tunduk kepada pemerintahan-Nya sebagai Tuhan." — D.A. Carson
Ketika Kristus benar-benar menjadi kepala jemaat, maka gereja akan bertumbuh sehat, berbuah, dan menjadi terang dunia. Kepemimpinan-Nya bukan sekadar simbolik, tetapi nyata — menyentuh seluruh aspek kehidupan umat-Nya.
Kita tidak dipanggil hanya menjadi pengikut organisasi keagamaan, tetapi anggota dari tubuh rohani yang hidup dan tunduk kepada satu Kepala: Yesus Kristus.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah Yesus sungguh menjadi pusat dalam kehidupan rohaniku?
2. Apakah aku terlibat aktif dalam tubuh Kristus sesuai dengan karunia yang diberikan padaku?
3. Dalam pelayanan atau pekerjaan, apakah aku mengikuti pimpinan Kristus atau ambisi pribadi?
4. Apakah gerejaku menempatkan Kristus sebagai Kepala atau hanya sebagai simbol?
Sumber Referensi :
- Alkitab Terjemahan Baru (LAI)
- Billy Graham – Angels: God’s Secret Agents
- Billy Graham – The Holy Spirit. Thomas Nelson, 1978.
- D.A. Carson – For the Love of God
- D.A. Carson – The Gospel According to John. Eerdmans, 1991.
- Timothy Keller – Counterfeit Gods
- Timothy Keller. Center Church. Zondervan, 2012.
- E. Yamamori & A. Swanson, "Understanding Cults in Asia"
- D.A. Carson, "The Gagging of God"
- Pew Research: “Religion in South Korea”
- Artikel investigasi tentang Shincheonji, Manmin Church, dan Salvation Sect di Korea
- N. T. Wright, Paul for Everyone: The Prison Letters (Colossians and Philemon)
- Pew Research Center (2022), Barna Group Reports (2023)
- Dallas Willard. The Divine Conspiracy. HarperCollins, 1997.
Soli Deo Gloria — Segala Kemuliaan hanya bagi Allah.
***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you

Komentar
Posting Komentar
FORM DOA