15 Juni 2025 | PELAYANAN SEJATI | Series: Menghidupi Kuasa Kebangkitan-Nya | Pengajaran Saat Teduh

PELAYANAN ADALAH GAYA HIDUP...




Markus 10:45 (TB)  Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Shalom, saudara-saudari yang terkasih CMNC's, Penulis berdoa Tuhan memberikan Roh Hikmat dan Pewahyuan sehingga sahabat Kristus diberikan pengertian dan pengetahuan yang benar tentang pengenalan akan Allah yang benar, dan mengalami kasih Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, didalam Yesus Kristus. Hari ini bukalah hati dan pikiran gereja Tuhan untuk belajar tentang:

POINT PENTING DALAM PELAYANAN 

Banyak orang berpikir bahwa pelayanan hanya terjadi di atas mimbar atau di balik instrumen musik. Tapi Yesus menunjukkan bahwa pelayanan bukan sekadar aktivitas gereja—itu adalah gaya hidup. Pelayanan sejati dimulai dari hati yang telah disentuh oleh kasih Allah dan terwujud dalam tindakan sehari-hari.

1. Pelayanan Bukan Kegiatan, Tapi Identitas

Yesus tidak datang hanya untuk melakukan pelayanan, Ia datang untuk menjadi pelayan. Begitu juga kita, pelayanan bukan sekadar peran, melainkan identitas kita dalam Kristus.

Rick Warren berkomentar: “Anda diciptakan untuk berkontribusi, bukan hanya untuk mengkonsumsi. Allah menciptakan Anda untuk membuat perbedaan dengan hidup Anda.”

Ada tertulis:
Efesus 2:10 (TB)  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Saudaraku, Anda diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai Anda mengerti itu, hidup tidak akan pernah masuk akal. Anda dibentuk untuk melayani Allah.

Pelayanan bukan tugas tambahan dalam hidup orang Kristen—itu adalah cara kita hidup setiap hari. Di rumah, di kantor, di jalan, kita dipanggil untuk melayani dengan kasih.

2. Pelayanan Dilakukan dalam Roh, Bukan dalam Daging.

Sering kali orang melayani dengan kekuatannya sendiri dan cepat merasa lelah atau kecewa. Namun pelayanan sejati lahir dari hubungan dengan Tuhan.

Contoh kisah Maria dan Marta (Lukas 10:38-42).

Marta mewakili pelayanan yang dilakukan dalam kekuatan sendiri (daging): sibuk, stres, dan akhirnya mengeluh.

Maria memilih duduk di kaki Yesus: melambangkan pelayanan yang lahir dari persekutuan dan ketenangan di dalam Roh.

Yesus tidak menyalahkan pelayanan Marta, tetapi menegaskan bahwa “bagian yang terbaik” adalah terlebih dahulu berada dalam hadirat-Nya. Artinya, pelayanan yang sejati mengalir dari kedekatan dengan Tuhan, bukan sekadar aktivitas luar.

Melayani Tuhan tanpa terlebih dahulu duduk di kaki-Nya akan membuat kita lelah, frustrasi, dan kosong.”

Pelayanan bukan dimulai dari tangan, tetapi dari hati yang menyatu dengan Tuhan.

3. Pelayanan adalah Pengorbanan yang Menghidupkan.

Dalam dunia, memberi dianggap kehilangan. Tapi dalam Kerajaan Allah, memberi adalah cara hidup.

Roma 12:1 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 

Hal terbesar yang kita berikan kepada Allah bukanlah pelayanan kita, melainkan siapa diri kita.

Pelayanan adalah mempersembahkan hidup kita—waktu, talenta, bahkan kenyamanan—sebagai korban yang hidup. Bukan untuk dilihat manusia, tapi untuk menyenangkan hati Bapa.

4. Pelayanan yang Tersembunyi Lebih Berharga

Pelayanan tidak harus terlihat oleh manusia untuk dinilai oleh Tuhan. Bahkan segelas air yang diberikan dengan kasih tidak akan luput dari perhatian-Nya.

Kita sering berpikir bahwa Tuhan memakai orang besar, padahal Dia lebih sering memakai orang yang setia dalam hal-hal kecil.

Dalam dunia yang suka popularitas, Tuhan mencari mereka yang mau mencuci kaki orang lain dalam keheningan.

Yohanes 13:5 (TB)  kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Pelayanan yang tersembunyi lebih penting bukan karena tampilannya, tapi karena keaslian hatinya. Dunia memberi pujian atas apa yang terlihat; Tuhan memberi upah atas apa yang dilakukan dalam rahasia.

Dan mari kita melayani bahkan dalam hal-hal yang tersembunyi, karena Bapa yang melihat dalam rahasia akan memberkati dengan upah kekal.

Pelayanan sejati tidak selalu terlihat oleh manusia, tapi selalu diperhatikan oleh surga. Tuhan Yesus Kristus memberkati. Amin.

***Silahkan sahabat Kristus CMNC dapat men-sharingkan link renungan ini sekiranya dapat membangun iman gereja Tuhan lainnya, sebab semua hal ini hanya bagi kemuliaan Kristus saja. God bless you.








Komentar